Welcome here! Please leave your comment and follow my blog. Use CTRL+C to copy (no right click allowed)
This blog is full of tutorials. Please use them, by clicking the "STUFF" page above^^ Thanks for your visit!!
I'm Gifta, I can't online everyday /^-^\/>

Thank you for your visit, please use my tutorials...!
August 05, 2016

Saturday, January 31, 2015

Dunia Mirip Bumi (1)

Story by Gifta 

PLEASE READ! YANG KOMENTAR / KASIH KRISAR AKAN KUBERI HADIAH. PILIHAN HADIAHNYA ADA DI POSTINGAN INI
Dunia Mirip Bumi (1)

“Anak-anak … Ada berita bagus, nih! 2 minggu lagi, kita akan berkemah! Kemahnya 3 hari 2 malam. Kita akan berkemah di Salib Putih. Hari Jumat kita akan sampai ke sana. Kita ke sana dengan bus. Keterangan lebih lanjut ada di surat edaran yang akan ibu bagikan sekarang,” Bu Arini yang baru saja masuk ke kelas langsung memberitakan hal itu.
            Kelas pun menjadi gaduh. Murid kelas 5E ini membicarakan tentang kemah 2 minggu lagi. Sisca dan sahabatnya, Sebby, juga membicarakan tentang kemah.
            “Kemahnya 15 hari lagi, Seb!” seru Sisca.
            “Hah ..? 14 hari lagi-lah! Ini kan hari Jumat! Gimana, sih, kamu?” jawab Sebby.
            “Oh, iya … Hehe …” Sisca tertawa kecil.
            “Tenang dulu, anak-anak …  Ibu akan bagikan surat edarannya …,” teriak Bu Arini.
            Kelas pun kembali tenang. Bu Arini mulai membagikan surat edaran ke setiap anak. Ketika Bu Arini selesai membagikan surat edaran, kelas menjadi gaduh lagi. Anak-anak mulai membaca surat edaran tersebut sembari bersorak-sorak. Bu Arini pun menenangkan anak-anak.
            Waktu terasa cepat. Sekarang, di pagi yang cerah ini, Sisca sudah berada di dalam sebuah bus. Bus yang akan membawa murid kelas 5 ke Salib Putih untuk berkemah. Sisca dan seluruh murid kelas 5 sangat senang. Saat di bus, dilakukan pengecekan.
            “Sekarang cek peralatan yang kalian bawa! Baju! Handuk! Sabun! Shampoo! Sikat gigi! Odol! Celana dalam! Cemilan! Jaket! Jas Hujan! Alat tulis! Terakhir, selimut! Ada yang peralatannya belum lengkap?” seru Bu Arini.
            “Tidak, Bu …!” jawab anak kelas 5E serempak.
            “Eh … Bu! Kelly tidak membawa alat tulis!” Tiba-tiba Sisca mengangkat tangan.
            Sisca memang duduk bersebelahan dengan Kelly, temannya yang pendiam dan cerdas. Sisca senang sekali melaporkan Kelly yang tidak jujur. Bu Arini menggelengkan kepalanya.
            “Setiap kali ada kegiatan di luar sekolah, kau selalu kelupaan membawa sesuatu. Ibu sudah bilang berkali-kali, perbaiki kebisaan burukmu itu!” tegur Bu Arini. “Dan jawaban yang ibu dengar selalu sama!”
            “Maaf, Bu … Saya terlalu antusias, sehingga kelupaan. Saya tidak akan mengulanginya lagi,” kata Kelly sambil menunduk.
            “Kalimat itu mau dikatakan 1.000 kali pun, sikapmu juga tidak akan berubah!” bentak Bu Arini lagi. Kalau sudah emosi, Bu Arini memang tidak dapat mengendalikan kata-kata yang keluar dari mulutnya. Maka dari itu, anak-anak takut membuat kesalahan di hadapan Bu Arini.
            “Anak-anak, nanti di Salib Putih, kalian akan dipisah menjadi beberapa kelompok. Tiap kelompok 8 orang, ada 1 kelompok yang anggotanya 9. Kelompok-kelompok itu yang akan menentukan bersama siapa kalian di tenda. Anggotanya ngga harus teman sekelas. Dan nanti tendanya berwarna hijau tua, sudah disiapkan oleh sananya. Paham anak-anak?” jelas Bu Arini panjang lebar. Anak-anak hanya mengangguk-angguk.
            Di bus, anak-anak melakukan tebak jawab. Pertanyaannya tentang sifat atau hobi pemberi pertanyaan. Yang pertama bertanya adalah yang nomor absennya terakhir, yaitu Mikaila. Pertanyaan dari Mikaila adalah, “Apa hobiku saat sedang marah!?”
            Anak-anak berebut untuk menjawabnya. “Bila ibu bilang ‘tanganmu’, kalian harus mengangkat tangan. Yang pertama mengangkat tangan akan dipilih untuk menjawab,” seru Bu Arini. Anak-anak bertambah semangat.
            “Tanganmu!” Anak-anak pun mengangkat tangan. “Ya, Melly!” teriak Bu Arini. “Hmm…Menyanyi, Bu!” jawab Melly. “Apakah betul Mikaila?” tanya Bu Arini pada Mikaila. “Iya, Bu!” jawab Mikaila. Dan begitu seterusnya.
            Pukul 08.30, mereka semua sudah sampai di Salib Putih. Pak Kris, guru kelas 5B membagi semuanya menjadi kelompok-kelompok. Nanti, total kelompoknya 18. Sisca satu kelompok dengan Sebby, Mikaila, Darren, Fina, Matt, John dan Selena. Sebagian besar adalah teman sekelas Sisca. Nama kelompok mereka yaitu Kelompok Mawar. Ya, nama kelompok harus menggunakan nama bunga. Setelah itu, mereka bermain dan belajar dengan gembira. Malamnya, mereka tidur. Sisca mendapat tenda yang dekat dengan tenda guru.
            Esok paginya, hujan deras mengguyur Salib Putih. Anak-anak menjadi kecewa. Sialnya, Sisca kebelet kencing. Ia minta ditemani Sebby ke toilet. “Ngga, ah! Malas! Kamu ngga lihat hujan deras di luar? Sana, sendiri aja!” tolak Sebby. “Please … Ayo, dong, Seb …” Sisca memasang ‘muka imutnya’. “Iya, deh! Kamu berhasil membujukku!” Sisca hanya senyum-senyum.
            Sisca dan Sebby segera mengenakan jas hujan mereka. Lalu, mereka keluar dari tenda dan menuju toilet yang  letaknya sedikit jauh. Sesampainya di toilet, Sisca segera memasuki sebuah toilet kosong yang bersih. Ia tak tahu, ada peringatan tertulis di pintunya. Ketika pintu ditutup, Sebby terlonjak kaget. Ia membaca peringatan itu dengan serius.
            PINTU MASUK KE DUNIA BUKAN BUMI
            Sebby segera membuka pintu itu untuk menyelamatkan Sisca. Tetapi, sudah terlambat. Sisca sudah hilang. Sebby tak ingin hal itu terjadi padanya juga. Ia meminta tolong, tapi tak satu pun orang yang mendengarnya!
BAGAIMANA INI!? LALU, APA YANG AKAN DILAKUKAN SEBBY? MASUK KE TOILET ITU PULA / MEMINTA TOLONG? TUNGGU KELANJUTAN CERITANYA DI Dunia Mirip Bumi (2)


BERILAH KOMENTAR DI KOTAK KOMENTAR / CBOX!

There are 20 comments.
Please post another comment..

  1. SERUU!
    Cepetan dilanjutin dong :D

    ReplyDelete
  2. Gifta, you're so talented. Ini bisa km ajukan ke penerbit lho. Coba teruskan smpe jadi minimal 40 halaman ketik A4 dgn spasi 1,5. Bisa km ajukan jd novel. Kl cerpen, banyak majalah yg bersedia menampung. Ayo semangat nulis ya!!! Sedikit komentar: bagian yg permainan dlm bis itu sebaiknya diperjelas krn kurang begitu mudah dipahami permainan spt apa itu. Keep on writing, dear!

    ReplyDelete
  3. Menarik untuk dibaca, membuat penasaran untuk kisah selanjutnya. Ditunggu lanjutannya....

    ReplyDelete
  4. Lucuuuuuu Cepetan dilanjutin dong

    ReplyDelete
    Replies
    1. lucu di mananya ya? hehe.. oke, aku akan lanjutkan

      Delete
  5. aduh.. kalo disuruh Rate, aku mau ngasi 90 stars nih.. unik soalnya ceritanya.. :))..
    Next.. tetap semangat buat ceritanya ya.. terus berkarya!

    ReplyDelete
  6. waktu kamu tulis bagian kelly yang lagi di marahi itu seharusnya juga harus di jaga kata-katanya gif...kalau aku baca bagian itu tuh kasar banget hampir kayak guru killer mau ngebunuh anak didik (uidih!0O0')serem gitu lho gif
    tapi yang kayak gini juga bagus banget lho^^good job ya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh gitu ya... Kukira udah lumayan lembut itu :D Makasih...

      Delete
  7. keren.. terus berkarya ya gif..

    ReplyDelete
  8. keep writing, dear... always support for you! :)

    ReplyDelete