Thursday, March 29, 2018

Strengthen Your Mentality (Memperkuat Mental)

Cara Memperkuat Mental. Ya, itu topik untuk hari ini. Mumpung ada waktu luang, Gifta mau membagikan tips-tips dan cara-cara menghadapi hidup (hmm?). Hari ini, cara memperkuat mental. Gifta juga akan memberi tahu apa itu mentalcara mengetahui seberapa kuat mental kalian, dan apakah kalian mengidap gangguan mental. Read more, yuk!

Btw, Gifta yakin, kebanyakan dari kalian itu malas baca :v Jadi ini sudah Gifta perpendek :v  Baca saja dan pahami :v
Apa, sih, mental itu?
Kalian pasti pernah denger, kan, orang tua atau mungkin guru kalian, bilang mental? Mungkin mereka bilang, "Mentalnya lemah" atau "Mentalnya kuat" atau "Mentalnya jelek". Yang dimaksud bukan mental, kayak bola mental, bola terpantulkan :v (dari cara bacanya saja, pasti sudah tahu yang dimaksud bukan mental terpantulkan) Maksudnya adalah hal yang berhubungan dengan psikis atau kekuatan kejiwaan. Bisa juga dibilang, mental adalah kekuatan seseorang dalam menghadapi suatu masalah atau keadaan sampai ia berhasil. Kalau kalian dibilang mentalnya lemah atau jelek, bukan berarti kalian bodoh, karena perlu diketahui, mental berbeda dengan IQ.
Apakah sakit jiwa atau gangguan jiwa dengan gangguan mental sama?
Pernah denger, kan, ada orang sakit jiwa atau mengidap gangguan jiwa? Sebenarnya, penyakit itu sama saja dengan gangguan mental. Gangguan jiwa adalah gangguan mental yang berasal dari gangguan otak, ditandai oleh terganggunya emosi, proses berpikir, perilaku, dan persepsi (penangkapan panca indera)Contoh gangguan jiwa ringan itu, marah, menangis, sedih mendalam, sulit mengendalikan emosi, dan masih banyak lagi. Perlu diketahui juga, gangguan jiwa dalam bahasa Inggris disebut mental disorder.
Seberapa kuat mental kalian?
Apakah kalian mengidap gangguan mental?
Ada 2 macam orang, seperti yang tadi Gifta tulis di awal. Ada orang yang mentalnya lemah, dan ada pula yang mentalnya kuat.
  • Orang dengan mental lemah itu lebih mudah menyerah daripada orang yang mentalnya kuat. Mereka dengan mental lemah hanya memandang suatu hal dari sisi negatif, tanpa tahu (atau mungkin tahu namun lupa) bahwa segala sesuatu punya sisi positif, sekecil apapun ke-positif-an itu. Mereka juga mudah sakit hati.
  • Sedangkan orang dengan mental kuat adalah pekerja keras. Mereka optimis dan yakin bahwa setiap hal punya sisi positif. Mereka percaya, setiap hal pasti berakhir dengan baik. Bila diejek, mereka tidak akan sakit hati.
Coba dengan contoh konkret, ya... Kalau di Mobile Legends, orang dengan mental lemah itu mudah vote surrender. Orang dengan mental lemah akan AFK (meninggalkan permainan) kalau ia sadar teman setimnya noob (newbie) semua.
Image result for surrender in mobile legend
Image result for surrender mobile legend
Jadi, kalau kalian mudah menyerah, selalu memandang segalanya dari sisi negatif, dan pesimis, bisa dipastikan, mental kalian belum kuat.

Cara lain untuk mengetahui apakah mental kalian kuat atau lemah adalah dari mimpi. Bila kalian sering bermimpi buruk, kemungkinan besar kalian punya mental yang lemah. Sebaliknya, kalau kalian sering bermimpi indah, maka kemungkinan besar mental kalian sudah kuat, dan kalian ngga mengidap gangguan mental.
Bagaimana cara memperkuat mental?
1. Semua hal pasti berakhir dengan baik.
Bila tidak baik, maka hal itu bukan sebuah akhir.
Image result for everything will end nice quote
Teruslah berpikir positif, dan selalu optimis, pantang menyerah. Semuanya pasti akan menjadi baik. Jangan lupa berdoa, karena Allah akan dan pasti selalu bersedia untuk membantu.

2. Bila ada orang mengejek kekurangan kalian, jangan masukkan hati, lupakan saja!
Percayalah pada Allah dan diri kalian sendiri. Allah ngga akan menciptakan orang tanpa kelebihan. Kalau kekurangan kalian diejek, senyumin aja. Lebih baik diam, jangan marah.

3. Jangan sombong
Menyombongkan kelebihan itu ngga baik. Coba carilah tahu. Di luar sana pasti ada yang lebih baik dari kalian. Kemudian, kalau kalian sombong, kalian pasti sakit hati kalau diejek, sehingga mental kalian lemah.

4. Belajar dari kesalahan diri sendiri dan orang lain
Introspeksi diri, melihat diri kalian di masa lalu. Apa yang salah dari kalian? Apa yang membuat diri kalian menjadi seburuk sekarang? Lalu, perbaiki hal buruk yang kalian temukan itu. Kalau ngga diperbaiki, bukan introspeksi namanya...

Lihat juga kejadian yang menimpa orang lain. Sikap atau sifat orang itu menjadi buruk, karena apa? Coba ingat dan pelajari. Jangan lakukan kesalahan yang dibuat oleh orang lain, yang membuat orang lain menjadi lebih buruk.

5. Accept yourself
Kalian iri pada kehebatan orang lain, sehingga kalian tidak mencintai diri sendiri. Buat apa iri? Coba ingatlah akan kelebihanmu ketika kamu merasa iri dengan orang lain. Dan ingat, kekurangan itu harus diperbaiki, bukan ditutupi.

6. Toleransi
Kalian harus sadar bahwa tidak semua orang sehebat dirimu atau secantik dirimu atau seganteng dirimu.

Sekian, makasih udah baca.
Gifta juga bukan orang sempurna dengan mental yang sangat kuat. Gifta juga sedang dalam proses memperkuat mental, mencoba menerima diri, dan tidak menutupi kekurangan.
Ide post diambil dari: sini

No comments

Post a Comment