Beauty Beauty - Stefani Gifta Ganda's Blog

Rabu, 01 Januari 2020

136 Kata Penutup Dialog beserta Penggunaannya


SELAMAT TAHUN BARU!

Setelah sekian lama, akhirnya aku posting lagi! Ide dan pengerjaannya udah sejak April (:v), selesai ngetiknya kemarin, ngepostnya aku pas-in 2020 sekalian, hehe... Kali ini, aku mau kasih tau kata penutup dialog dan penggunaannya (ngetik "penggunaannya" aja pake mikir wkwk).

Kata penutup dialog ini penting buat para penulis untuk bikin dialog ya, tentu saja, namanya juga "penutup dialog" − supaya ga monoton (baca: terlihat seperti profesional)!

Kita mulai dengan
Apa itu kata penutup dialog?
Kata penutup dialog adalah kata yang kita pakai setelah petik penutup, atau kata untuk menjelaskan isi dari kalimat dalam tanda petik. Contohnya:
"Hai, namaku Rina!" ujarnya memperkenalkan diri. Aku mengulurkan tangan."Aku Rani. Senang bertemu denganmu. Nama kita mirip, ya...," balasku sambil tersenyum.
Kata "ujar(nya)" dan "balas(ku)" merupakan penutup dialog.

Oh, iya, sebelum menyertakan penutup dialog, pastikan format dialog kalian seperti ini:
  • Untuk kalimat diakhiri tanda seru:
    "Hai!" sapaku. "Hai!" Lalu aku melanjutkan perjalanan.
  • Untuk kalimat diakhiri tanda tanya:
    "Rina?" tanyanya. "Rani?" Aku hampir tak percaya.
  • Untuk kalimat diakhiri titik:
    "Hai, aku Rina," sapaku. "Hai, aku Rani." Lalu aku melanjutkan perjalanan.
  • Untuk kalimat diakhiri interrobang (?! atau !?):
    "Rina?!" tanyanya. "Rani?!" Aku hampir tak percaya.
  • Untuk kalimat diakhiri interrobang (?! atau !?):
    "Rina!?" tanyanya. "Rani!?" Aku hampir tak percaya.
  • Untuk kalimat diakhiri petik tunggal:
    "Alarm itu tidak berbunyi 'meow, meow'," tegasku. "Alarm itu berbunyi 'moo, moo'." Lalu aku melanjutkan tidur.

Nah, sudah jelas, kan?

Biasa, kan, ada, tuh, cerita yang setiap abis dialog, pasti pakainya "katanya", "kataku", "jawabnya", "tanyanya", sepanjang cerita. Membosankann! Pakai, dong, kata penutup dialog yang bervariasi! Kalian bisa liat daftarnya di bawah:
  • Adu
    Dipakai ketika: mengadu, melapor

  • Aduh
    Dipakai ketika: mengeluh kesakitan

  • Ajak
    Dipakai ketika: mengajak (dengan kata "Ayo", "Yuk", "Mari", dll)

  • Aku
    Dipakai ketika: mengaku, berterus terang

  • Balas
    Dipakai ketika: menjawab, merespon

  • Bantah
    Dipakai ketika: melawan, menyangkal, menentang, tidak menyetujui (menyalahkan berdasar "Tidak peduli alasan(mu), seharusnya begini...")

  • Beber
    Dipakai ketika: menjelaskan panjang lebar, membuka rahasia

  • Bentak
    Dipakai ketika: marah dengan kasar dan suara keras

  • Berang
    Dipakai ketika: membentak (sangat marah)

  • Berondong
    Dipakai ketika: menghujani dengan perkataan/pertanyaan (terus-menerus tanpa jeda)

  • Bisik
    Dipakai ketika: memberitahu dengan suara pelan

  • Canda
    Dipakai ketika: melucu, menyampaikan lelucon, bergurau, berkelakar

  • Cecar
    Dipakai ketika: menghujani dengan perkataan/pertanyaan (terus-menerus tanpa jeda)

  • Cekikik
    Dipakai ketika: 
    tokoh tertawa dengan bunyi "kik, kik" (tawa kecil yang tertahan)
  • Celetuk
    Dipakai ketika: menyela, asal bicara, bicara tanpa berpikir

  • Cemooh
    Dipakai ketika: mengejek, mengolok-olok, menghina, meledek

  • Cerca
    Dipakai ketika: mengejek dengan keras/tidak sopan
  • Cetus
    Dipakai ketika: mengatakan sesuatu, berujar, berucap (biasa untuk ide baru)

  • Cibir
    Dipakai ketika: menganjurkan bibir bawah ke depan untuk menyatakan tidak senang (mengejek, mencemooh) --> sumber: KBBI

  • Cicit
    Dipakai ketika: tokoh yang berbicara adalah tikus, anak burung, dsb yang bersuara "cit, cit"

  • Damprat
    Dipakai ketika: 
    memaki, mengumpat
  • Decak
    Dipakai ketika: kesal dan heran, kesal, kagum (tokoh bersuara "ck" atau "ckckck")

  • Decit
    Dipakai ketika: 
    tokoh yang berbicara adalah tikus, anak burung, dsb yang bersuara "cit, cit"
  • Deham
    Dipakai ketika: membersihkan tenggorokan, menahan batuk di tenggorokan, memuaskan tenggorokan yang gatal, meminta perhatian, memberi peringatan, awalan sebelum menegaskan sesuatu, dsb yang bersuara "ehem, ehem"

  • Dengus
    Dipakai ketika: mengembus napas dengan cepat dan kasar/kuat (ekspresi 
    kesal, merendahkan (dalam konteks merendahkan, biasa disertai senyum miring))
  • Desah
    Dipakai ketika: 
    membuang napas dengan lambat dan kuat (ekspresi kesal, tidak sabar)
  • Desak
    Dipakai ketika: memaksa lawan bicara untuk melakukan sesuatu, berusaha memojokkan lawan bicara

  • Desis
    Dipakai ketika: 
    tokoh yang berbicara adalah ular, ketel, tabung gas, dsb yang bersuara "sss, sss"
  • Ejek
    Dipakai ketika: 
    mencemooh, mengolok-olok, menghina, meledek
  • Elak
    Dipakai ketika: membantah tuduhan
  • Erang
    Dipakai ketika: mengeluh, merintih karena kesakitan

  • Gampar
    Dipakai ketika: sangat marah (untuk sarkasme), menyakiti perasaan
  • Ganduh
    Dipakai ketika: menambah perkataan orang lain atau tokoh itu sendiri
  • Gelak
    Dipakai ketika: tertawa dengan keras
  • Geram
    Dipakai ketika: 
    tokoh yang berbicara adalah singa, babi hutan, dsb yang mengaum (berbunyi seperti guruh) --> sumber: KBBI
  • Gerundel
    Dipakai ketika: menggerutu, mengomel, bersungut-sungut

  • Gerutu
    Dipakai ketika: mengomel, bersungut-sungut

  • Goda
    Dipakai ketika: merayu, memikat, mengajak untuk melakukan kejahatan

  • Gumam
    Dipakai ketika: tokoh menahan suaranya, tokoh malas berbicara, perkataan tidak terdengar jelas, seperti berbicara sambil berkumur (bahasa Jawanya: nggeremeng)

  • Harap
    Dipakai ketika: memohon, meminta, menginginkan sesuatu

  • Hardik
    Dipakai ketika: membentak
  • Hina
    Dipakai ketika: mengejek, mengolok-olok, meledek, mencemooh
  • Igau
    Dipakai ketika: meracau (berbicara tanpa sadar)
  • Imbau
    Dipakai ketika: menyuruh, memerintah dengan sungguh-sungguh
  • Imbuh
    Dipakai ketika: menambah perkataan orang lain atau tokoh itu sendiri

  • Jawab
    Dipakai ketika: membalas, merespon
  • Jelas
    Dipakai ketika: menerangkan, menguraikan

  • Jerit
    Dipakai ketika: berteriak, memekik
  • Kata
    Dipakai ketika: berujar, berucap

  • Kecam (1)
    Dipakai ketika: mengkritik
  • Kecam (2)
    Dipakai ketika: menyelidiki dengan (sangat) hati-hati/teliti
  • Kekeh
    Dipakai ketika: tokoh tertawa dengan bunyi "keh, keh" (seperti orang tua)

  • Kelik (1)
    Dipakai ketika: tokoh adalah perut yang berbunyi karena lapar (contoh: "Krucuk, krucuk," kelik perutnya yang lapar)
  • Kelik (2)
    Dipakai ketika: 
    mengelak (membantah tuduhan)
  • Kelit
    Dipakai ketika: mengelak (membantah tuduhan)

  • Keluh
    Dipakai ketika: berberat hati, enggan, merasa susah, kesakitan, pedih
  • Kikik
    Dipakai ketika: 
    tokoh tertawa dengan bunyi "kik, kik" (tawa kecil yang tertahan)
  • Kilah
    Dipakai ketika: menipu, berbohong

  • Kritik
    Dipakai ketika: tidak menyetujui, 
    menanggapi secara negatif
  • Korek
    Dipakai ketika: menyelidiki, mencari kesalahan
  • Lapor
    Dipakai ketika: memberi tahu, mengadu

  • Lanjut
    Dipakai ketika: menyambung/meneruskan perkataan sebelumnya dari orang lain atau tokoh itu sendiri

  • Ledek
    Dipakai ketika: 
    mengejek, mengolok-olok, menghina, mencemooh
  • Lontar
    Dipakai ketika: mengatakan sesuatu, berujar, berucap

  • Maki
    Dipakai ketika: mengumpat
  • Marah
    Dipakai ketika: merasa tidak senang, berapi-api (marah)

  • Pamit
    Dipakai ketika: minta diri, izin pergi, permisi akan pergi

  • Pangkas
    Dipakai ketika: memotong, menyela pembicaraan tanpa izin

  • Papar
    Dipakai ketika: menerangkan, mengurai, menjelaskan

  • Panggil
    Dipakai ketika: mengundang (mengajak, meminta mendekat dengan menyerukan nama, julukan, "He!", dsb)

  • Pekik
    Dipakai ketika: berteriak, menjerit

  • Perintah
    Dipakai ketika: menyuruh, mengimbau

  • Pesan
    Dipakai ketika: menasihati, mengamanati, melarang, menyuruh, meminta sesuatu (biasa sebagai bekal dalam hidup, bepergian, bertarung, dsb)

  • Pinta
    Dipakai ketika: memohon

  • Protes
    Dipakai ketika: 
    melawan, menyangkal, menentang, tidak menyetujui, (meminta penjelasan dan berusaha membenarkan, berdasar "Bagaimana bisa begitu? Seharusnya...")
  • Puji
    Dipakai ketika: menyanjung, menanggapi secara positif

  • Pungkas
    Dipakai ketika: mengakhiri (penjelasan, dsb)
  • Potong
    Dipakai ketika: menyela pembicaraan dengan maupun tanpa izin

  • Racau
    Dipakai ketika: mengigau (berbicara tanpa sadar)

  • Rajuk
    Dipakai ketika: menggerutu, mengomel, bersungut-sungut

  • Resah
    Dipakai ketika: berbicara dalam keadaan gelisah/tidak tenang/gugup (meresahkan sesuatu)

  • Respon
    Dipakai ketika: membalas, menjawab
  • Rengek
    Dipakai ketika: mendesak sambil menangis
  • Rintih
    Dipakai ketika: mengerang, mengeluh kesakitan (biasa sambil meringis)

  • Sahut
    Dipakai ketika: membalas, menjawab, merespon
  • Sambung
    Dipakai ketika: 
    melanjutkan/meneruskan perkataan sebelumnya dari orang lain atau tokoh itu sendiri
  • Sambut
    Dipakai ketika: menerima kehadiran (dengan sapaan, jamuan, dsb)

  • Sanggah
    Dipakai ketika: menyangkal, membantah, menentang, melawan, tidak menyetujui

  • Sangkal
    Dipakai ketika: 
    membantah, menentang, melawan, tidak menyetujui
  • Sapa
    Dipakai ketika: mengajak berbicara, menunjukkan keramahan (menyapa)

  • Sela
    Dipakai ketika: memotong, pembicaraan dengan maupun tanpa izin
  • Seloroh
    Dipakai ketika: 
    melucu, menyampaikan lelucon, bergurau, berkelakar, bercanda
  • Sembur
    Dipakai ketika: membentak
  • Serang
    Dipakai ketika: 
    melawan, mengkritik, menyangkal, menentang, tidak menyetujui, berbicara kasar hingga menyakiti perasaan
  • Sergah
    Dipakai ketika: tidak sengaja mengejutkan dengan membentak (untuk mengingatkan, melarang, mencegah, dsb)

  • Seru
    Dipakai ketika: setengah berteriak (berbicara keras namun tidak sampai memekik), memanggil

  • Selidik
    Dipakai ketika: mengorek informasi, memeriksa, mengamati
  • Sesal
    Dipakai ketika: menyesal

  • Sindir
    Dipakai ketika: mengejek secara tidak langsung

  • Singkap
    Dipakai ketika: membuka rahasia, menyatakan perasaan
  • Sosor
    Dipakai ketika: menyerang, 
    melawan, mengkritik, menyangkal, menentang, tidak menyetujui, berbicara kasar hingga menyakiti perasaan
  • Suruh
    Dipakai ketika: memerintah
  • Tambah
    Dipakai ketika: 
    melengkapi perkataan orang lain atau tokoh itu sendiri
  • Tampik (1)
    Dipakai ketika: menolak (pinangan, pemberian, dsb) 
    --> sumber: KBBI
  • Tampik (2)
    Dipakai ketika: 
    mengelak (membantah tuduhan)
  • Tandas
    Dipakai ketika: menegaskan
  • Tantang
    Dipakai ketika: mengajak berkelahi/bertanding

  • Tanya
    Dipakai ketika: meminta penjelasan/keterangan, memuaskan rasa penasaran (bertanya)

  • Tawa
    Dipakai ketika: merasa senang, geli, gembira, menghina

  • Tawar (1)
    Dipakai ketika: mengunjukkan sesuatu (agar dibeli, diambil, diterima, dsb)

  • Tawar (2)
    Dipakai ketika: bernegosiasi dalam berdagang
  • Tegah
    Dipakai ketika: melarang
  • Tegas
    Dipakai ketika: menekankan, menjadikan jelas/pasti
  • Tegur (1)
    Dipakai ketika: menyapa

  • Tegur (2)
    Dipakai ketika: menasihati, mengingatkan, mengkritik
  • Tekad
    Dipakai ketika: berjanji pada diri sendiri, berniat

  • Tekan
    Dipakai ketika: menegaskan

  • Terang
    Dipakai ketika: menjelaskan, mengurai

  • Timpal
    Dipakai ketika: menjawab, membalas, merespon, menyahut

  • Tokok
    Dipakai ketika: 
    menambah perkataan orang lain atau tokoh itu sendiri
  • Tolak
    Dipakai ketika: tidak menerima, mengatakan tidak

  • Tuduh
    Dipakai ketika: 
    menunjuk dan mengatakan bahwa seseorang berbuat kurang baik --> sumber: KBBI
  • Tukas (1)
    Dipakai ketika: menuduh

  • Tukas (2)
    Dipakai ketika: 
    memotong, menyela pembicaraan tanpa izin
  • Tunjuk
    Dipakai ketika: memberi tahu yang dimaksud (contoh: "Yang ini!" tunjuknya)

  • Tuntut
    Dipakai ketika: 
    meminta dengan keras (setengah mengharuskan supaya dipenuhi), menagih (utang, dsb) --> sumber: KBBI
  • Tutur
    Dipakai ketika: 
    mengatakan sesuatu, berujar, berucap
  • Ucap
    Dipakai ketika: 
    mengatakan sesuatu, berujar
  • Ujar
    Dipakai ketika: 
    mengatakan sesuatu, berucap
  • Ulang
    Dipakai ketika: mengatakan kembali apa yang telah dikatakan

  • Urai
    Dipakai ketika: menerangkan, menjelaskan

  • Umpat
    Dipakai ketika: memaki, berkata tidak sopan/kasar/kotor/keji/kejam (karena marah, jengkel, kecewa)

  • Undang
    Dipakai ketika: memanggil

  • Ungkap
    Dipakai ketika: 
    menerangkan, mengurai, menjelaskan, menyingkapkan, membuka rahasia, menyatakan perasaan
  • Usir
    Dipakai ketika:
     
    memaksa pergi, menyuruh meninggalkan tempat
  • Usul
  • Dipakai ketika: memberi masukan/anjuran
Sumber:
https://www.penuliscilik.com/macam-macam-kata-penutup-dialog/
http://www.ariestanabirah.com/2015/03/macam-macam-kata-penutup-dialog.html
dengan beberapa tambahan.

Dan, terima kasih KBBI (online) yang membantu menjelaskan arti setiap kata dengan tepat.

Kalau menurut kalian ada yang kurang, silakan comment...

There are 6 komentar.

  1. Wuaa... Thanks kak~ Aku lagi latihan ngetik nih...
    Btw, ini Fathya, adiknya kak Fia dan kak Aisha

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Fathyaaa... salken yaa :)
      thanks juga udah baca XD semangat latihannya! kamu pasti bisa <3

      Hapus
  2. Makasih infonya Gifta! bermanfaat buat nulis cerpen <3

    BalasHapus